Tiga Strategi Untuk Tingkatkan Perekonomian Indonesia Timur

13 Januari 2015 02:15:21

DEIYAI - Wakil Ketua Umum Kelompok Kerja (Pokja) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Ferrianto Djais mempunyai tiga rencana khusus yang akan dijalankan untuk meningkatkan pembangunan dan perekonomian di wilayah Indonesia Timur. Seperti diketahui jika Kawasan Timur Indonesia memiliki potensi untuk dapat tumbuh dan berkembang karena memiliki dukungan berupa sumber daya alam.

Ferrianto berpendapat jika wilayah Indonesia Timur memiliki keunikan dan berbeda dengan wilayah Indonesia Barat sehingga strategi yang dipakai harus berbeda dengan strategi yang dipakai di Pulau Jawa dan Sumatera. Adapun strategi pertama adalah mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan mata rantai ekonomi.

Ferrianto di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (8/1) mengatakan jika di Pulau Jawa pemerintah bisa membangun jalan sekarang, dan besok industri serta perekonomian sudah terbangun sendiri. Akan tetapi berbeda dengan di Papua, apabila membangun jalan sekarang, maka besok tidak bisa secara tiba-tiba berdiri industri di situ. Oleh karena itu selain membangun infrastruktur, pemerintah juga musti mengintegrasikannya dengan industri, perekonomian dan masyarakat disekitar.

Selanjutnya agar dapat mengintegrasikannya, maka diperlukan strategi kedua yaitu dengan cara mendorong perekonomian di wilayah Timur. Masyarakat Papua harus difasilitasi untuk hal tersebut dan mereka harus diajak serta dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah juga harus bisa mendekati masyarakat terisolir untuk dapat menjalankan kegiatan ekonomi.

Lalu strategi terakhir adalah kebijakan pemerintah untuk bisa memberikan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi di wilayah pedalaman. Seperti diketahui jika harga BBM subsidi di Indonesia bagian Timur lebih mahal dibandingkan dengan Indonesia bagian Barat dikarenakan wilayahnya yang sulit untuk diakses sehingga membuat biayanya melonjak.

Ferrianto memaparkan untuk dapat menghidupkan perekonomian, maka harus meningkatkan konektivitas antar wilayah. Namun sayangnya harga BBM di pedalaman sangat tinggi sekitar Rp50.000-Rp200.000 per liter. Padahal production of cost 40 persennya berasal dari BBM. Bagaimana mereka bisa jual murah kalau ongkos produksi dan distribusinya mahal seperti itu, yang ada justru semakin memberatkan masyarakat dan menjadi sulit untuk bersaing.

Untuk itu pemerintah harus memiliki kebijakan subsidi BBM tersendiri untuk wilayah pedalaman maupun terisolir yang ada di Indonesia bagian Timur.  Ke depannya Kadin akan membuat rencana bisnis untuk merealisasikan ketiga strategi tersebut. Jika ketiga strategi tersebut dijalankan, diyakini wilayah Indonesia Timur akan menjadi kawasan masa depan yang menjanjikan.

Selain itu pada saat ini pemerintah juga tengah berusaha merealisasikan pembangunan kawasan industri yang berbasis sumber daya alam di kawasan Timur Indonesia sebagai bentuk pemerataan pembangunan nasional dan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Pemerintah juga siap memberikan sejumlah insentif fiskal, nonfiskal dan administratif bagi investor yang mau menanamkan modalnya mengembangkan kawasan industri di Timur Indonesia.

 

 

 

sumber : beritadaerah.co.id

line 7......