Letak Geografis Dan Topografis

Kabupaten Deiyai merupakan kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Induk Paniai, diresmikan sebagai kabupaten baru dengan diberlakukan Undang-Undang No.55 tahun 2008. Kabupaten Deiyai secara geografis terletak pada 402 42,12 Lintang Selatan dan 1360 16 48,32" Bujur Timur diketinggian 1700 meter diatas permukaan laut.

Kabupaten yang wilayahnya mengelilingi Danau Tigi ini ber-ibukota di Distrik Tigi. Bupatinya sekarang berkantor di kota Waghete, yang masuk wilayah Distrik Tigi. Kantor Bupati baru selesai dibangun pada 2010, dibangun di atas tanah seluas 500 x 300 meter persegi, yang dibeli dari masyarakat setempat. Kota Waghete terletak dipinggir danau purba yang berada di Provinsi Papua, yakni danau Tigi, wilayah Tigi merupakan satuan lembah dengan kemiringan 0-15%, sedangkan kota Waghete sendiri secara keseluruhan kondisi topografi wilayahnya cukup barvariasai yaitu antara 0 s/d 45% ketinggian >45% terlihat disekitar area rencana pengembangan bandara disekitar wilayah tengah dan utara, ketinggian relatif datar 0-15% terlihat dibagian selatan, utara, dan terutama disekitar danau Tigi.

 

Obyek wisata yang ada di Kabupaten Deiyai adalah Danau Tigi. Sebuah cerita menarik dikalangan masyarakat Tigi, Kabupaten Deiyai. Disana terdapat Danau Tigi, danau yang memiliki kedalaman 150 meter merupakan ladang mencari nafkah bagi masyarakat setempat. Belakangan ini ditumbuhi lumut hingga menutup semua aktivitas warga di sana. Danau Tigi yang terbentang ditengah Lembah Tigi, Kabupaten Deiyai, oleh masyarakat setempat dipandang sebagai sebuah ladang subur yang dapat memberikan nafkah dan mempertahankan hidup. Danau ini menjadi idola bagi mereka, selain danau itu memberikan kelangsungan hidup juga memberikan suasana yang sejuk bagi siapa saja yang memandang dan melintasi wilayah itu karena panorama yang pesona.

Cerita asal usul danau itu kini masih menjadi rahasia bagi masyarakat lokal. Karena memiliki nilai-nilai kesakralan tersendiri.Danau ini terdapat ikan air tawar semisal ikan emas, lele, dan nila, atau kerap kali disebut ikan mujair. Danau ini juga sebelumnya hanya terdapat udang, namun perkembangan berjalan terus oleh para misionaris asal Belanda memasukan ikan jenis emas sehingga ikanpun berkembang. Bahkan hingga sekarang danau ini tidak ada udang. Ironisnya sejak tahun 2010 hingga saat ini warga yang selalu menjala ikan baik dengan cara mendecok mengunakan pukat asli (ebay) dan juga memancing tidak lagi.

line 7......